Berita
BKD Kota Payakumbuh Terima Paparan Layanan Perbankan, Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
BKD Kota Payakumbuh Terima Paparan Layanan Perbankan, Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
35

 Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) menerima paparan produk dan layanan perbankan dari Bank Mandiri dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (17/4/2026) di Ruang Rapat Reza Fahlepi, Balaikota Payakumbuh. 

Kegiatan berlangsung secara hybrid, dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh, antara lain Asisten III (Drs. Ifon Satria Chan, Msi, Kepala BKD (Andri Narwan, S.Sos, MM) , Dinas Kesehatan, serta RSUD Adnaan WD Payakumbuh dan Pimpinan/ Bagian Pemasaran Bank Mandiri Cabang Payakumbuh . Turut hadir secara Daring sementara tim Bank Mandiri dari Area Padang, Kantor Pusat, serta tim teknis dari berbagai wilayah mengikuti secara daring. 

Dalam pemaparannya, Bank Mandiri menawarkan berbagai solusi digital, mulai dari integrasi sistem keuangan daerah berbasis host-to-host, virtual account, QRIS, hingga penguatan layanan keuangan RSUD melalui pendekatan digital. Penawaran ini dinilai membuka opsi baru dalam memperluas kanal pembayaran masyarakat serta meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. 

Pemerintah Kota Payakumbuh mulai membuka peluang penguatan sistem keuangan daerah melalui skema multi banking, seiring dengan upaya mendorong digitalisasi layanan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). BKD Kota Payakumbuh menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi adaptif pemerintah daerah dalam merespons tuntutan digitalisasi layanan publik. 

“Ke depan, sistem pembayaran dan penerimaan daerah harus semakin mudah diakses masyarakat. Perluasan kanal pembayaran menjadi salah satu kunci untuk mendorong peningkatan PAD, tentu dengan tetap menjaga tata kelola keuangan daerah yang akuntabel,” disampaikan dalam forum tersebut. 

Salah satu fokus pembahasan adalah potensi digitalisasi layanan RSUD, yang saat ini masih menghadapi keterbatasan dalam sistem pembayaran non tunai. Selain itu, pengelolaan retribusi daerah seperti parkir dan pasar juga dinilai memiliki peluang besar untuk ditingkatkan melalui sistem pembayaran digital. 

Di sisi lain, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menggantikan peran Bank Nagari sebagai bank RKUD, melainkan sebagai upaya memperkuat ekosistem layanan keuangan daerah melalui kolaborasi. 

Pendekatan multi banking dinilai dapat menjadi solusi untuk mengakomodasi inovasi layanan tanpa mengganggu sistem yang telah berjalan, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran pajak dan retribusi. 

Namun demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa setiap rencana kerja sama akan melalui kajian mendalam, baik dari aspek regulasi, teknis, maupun dampaknya terhadap sistem keuangan daerah. 

Pertemuan ini juga mengemuka sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menyeimbangkan antara inovasi digital dan kehati-hatian fiskal, guna memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. 

Ke depan, hasil pertemuan ini akan dibahas lebih lanjut secara internal oleh BKD bersama Tim Kerja Sama Daerah, sebelum dirumuskan menjadi kebijakan yang terukur dan berkelanjutan. (R3fn108) 

Aplikasi